Senin, 16 Maret 2015

Contoh Wirausahawan



Jerry Yang Tak Pernah Jeri
   Jerry Aurum adalah seorang entrepreneur dalam bidang fotografi yang sukses. Kesuksesannya bermula pada saat berusia sekitar lima tahun, pada saat itu Jerry kecil mulai mencoba-coba kamera milik ibunya. Kemudian berlanjut pada saat duduk di kelas dua SMA, beliau memulai untuk serius dalam bidang fotografi. Oleh karena itu dia menabung untuk membeli satu buah kamera yang pertamanya. Kemudian jerry melanjutkan pendidikannya menuju perguruan tinggi yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung). Dengan mengambil jurusan Komunikasi Visual, ia berhasil lulus dengan predikat cum laude.
   Setelah lulus jerry memutuskan untuk pergi dari Medan menuju ke Jakarta, setelah empat bulan di Jakarta beliau memutuskan untuk memulai peruntungannya. Setelah dua kali berpindah kerja di dua perusahaan selama tiga bulan tiga minggu kemudian beliau memutuskan untuk menjadi wirausahawan pada usia 24 tahun. Dengan bermodalkan 500 eksemplar kalender yang di hiasi foto – fotonya, ia bagikan ke 300 perusahaan dan sisanya ke kerabat dekatnya. Jerry mulai mengoperasikan usahanya yang bernama jerry Aurum Desain and Photography di sebuah rumah kecil berukuran 2,5 x 2,5 m di pinggiran Jakarta.
   Dengan mengincar pasar – pasar premium jerry dihadapkan pada tantangan dan resiko yang sangat besar. Akan tetapi dengan kekuatan keyakinan yang kuat upayanya akhirnya berhasil. Jerry mendapat lima tawaran kerja dari lima perusahaan berbeda. Proyek pertama dari perusahaan perminyakan, connoco Philips, yang memintanya terlibat dalam pemotretan kilang minyak di pedalaman daerah Palembang. Keuntungan yang ia peroleh dari pekerjaannya tersebut yang nominal fee-nya mencapai Rp. 45 juta, pada saat itu jerry menempatkan posisi menapaki dunia usaha sesungguhnya. Sejak saat itu ia tidak pernah menaruh harga rendah untuk usaha yang dilakukannya, menurutnya pasar premium tidak melihat harga akan tetapi kualitas dan profesionalisme dari seseorang. Tidak ada toleransi untuk kesalahan sekecil apa pun.
   Maka itu menaruh harga tinggi demi tanggung jawab terhadap kualitas yang selalu ia junjung tinggi. Baginya, percaya diri adalah kunci utama untuk bermain di pasar premium. Jerry mengamati, kurangnya percaya diri sering kali menjadi alas an kurang berkembangnya perancang grafis dan fotografer Indonesia. Jerry pun tak lupa tanggung jawab soial pada lingkungannya, ia pun tak segan turun tangan membiayai proyek nonprofit seperti pameran, mengajar, hingga mengonsep desain tukang roti yang tak punya cukup uang untuk membayarnya. Keyakinannya, “Selalu ada keuntungan yang bisa kita dapat dari membagi isi kepala kita pada lingkungan.”
   Jalan Jerry masih belum akan berhenti. Disamping membangun usahanya yang sudah ke sejumlah Negara, beliau juga mempunyai pekerjaan lain seperti menjadi juri hingga menjadi narasumber di berbagai seminar. Menurut salah satu rekannya sebagai juri, jerry adalah seorang yang pandai, mempunyai ambisi tinggi dan gigih memperjuangkan targetnya. Namun tetap rendah hati. Jerry mempunyai kiat khusus untuk sukses yakni pandai membaca dan cermat bereksplorasi dengan sejumlah eksperimen.
   Jerry juga menerbitkan sebuah buku berjudul Femalography yang menjadi second best recommended book di singapur. Gelar yang jarang diraih buku – buku karya orang Indonesia. Menjelajah plosok tanah air dan berbagai tempat menarik di belahan dunia adalah caranya menambah wawasan agar kreatifitasnya tak jalan di tempat. Ia meyakini, “ Senjata kreatif itu terus mencoba hal baru. Sekali stuck, selesai.” Kini jerry sudah menjadi salah satu seorang fotografer kelas dunia, ia berhasil membuat rangkaian karya yang melibatkan lebih dari 100 wanita cantik dan ternama.


Sifat – sifat yang di miliki :

1.       Berani menanggung resiko
Meskipun tidak mempunyai modal yang besar, jerry tidak mau bermain aman dengan mengincar pasar menengah. Akan tetapi beliau menincar pasar premium dan juga memasang harga yang tidak rendah untuk karyanya

2.       Senang Mempelajari Hal-Hal Baru
Menurutnya , “ Senjata kreatif itu terus mencoba hal baru. Sekali stuck, selesai.”

3.       Senang Melayani Dan Memberi
Meskipun sudah menjadi orang sukses ia pun tak segan turun tangan membiayai proyek nonprofit seperti pameran, mengajar, hingga mengonsep desain tukang roti yang tak punya cukup uang untuk membayarnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar