Kali saya akan post lanjutan kisah “ Raja dan Penasehat “
Sedikit
review, saat ini sang raja sedang
tersesat di hutan dan melihat cahaya dan segera menghampiri cahaya tersebut
Sesampainya
di tempat cayaha tersebut, sang raja pun merasa kaget setelah melihat apa yang
ada dihadapannya. Sang raja memutuskan untuk kabur, kemudian ada seorang
pengawal bertanya “ Ada apa tuan ?! ” dengan nada panik. “ Mereka adalah suku
yang suka memakan manusia !!” jawab sang raja, “ ayo cepat lari !! ”. menyadari
adnya keributan suku tersebut langsung menghampiri sumber suara tersebut, dan
setelah melihat ada sekumpulan orang, mereka langsung mengejar dan menangkap
para pengawal beserta sang raja.
Setelah
beberapa saat, satu – persatu dari mereka dibawa menuju tempat ritual suku
tersebut. Sang raja mendapat giliran pertama, dengan gemetar sang raja berjalan
menuju tempat eksekusi. Sesaat sang raja ingin di penggal, sang algojo suku
tersebut melihat ibu jari tangan sang raja yang sudah tidak ada. Sang algojo
tersebut berkata kepada kepala suku, sang raja yang sudah putus asa pun merasa
lega sesaat. Kemudian kepala suku melihat kondisi ibu jari tangan sang raja dan
menyatakan bahwa eksekusi tersebut dibatalkan dan melepaskan sang raja. Sang
raja pun merasa lega dan bersyukur bahwa dirinya tidak jadi di eksekusi.
Kemudian seorang pengawal digiring
menuju tempat ritual, setelah di periksa kondisinya pengawal tersebut langsung
di eksekusi dan langsung dibagikan pada beberapa orang di suku tersebut.
Melihat hal tersebut sang raja memilih untuk kabur, dia lari tanpa melihat
kebelakang.
Pagi
pun tiba, sang raja tanpa sadar sudah berada di sebuah desa dan langsung
meminta tolong. Seseorang datang menghampiri dan langsung membawa sang raja
kerumahnya, setelah diberi makan dan minum sang raja menceritakan kejadian yang
dialaminya. Orang tersebut berkata bahwa
itu adalah suku yang memakan manusia untuk dijadikan tumbal dalam ritualnya,
mereka hanya memakan manusia yang bertubuh normal tanpa cacat sedikit pun. Sang
raja pun merasa kaget sekaligus bersyukur karena ibu jarinya sudah tidak ada,
dan teringat perkataan penasehatnya yang berkata “ Ini yang terbaik “. Kemudian
sang raja meminta untuk diantarkan pulang ke istananya.
Sesampainya
di istana sang raja langsung menuju penasehatnya ditahanan, dan langsung
dibebaskannya sang penasehat tersebut. Sang penasehat merasa bingung dan
bertanya “ apa saya akan di eksekusi sekarang tuan ? ”. sang raja berkata “
maafkan saya, sekarang kamu saya bebaskan “. Sang pengawal pun tambah bingung
dan bertanya “ Sebenarnya ada apa ini tuan ? “. Sang raja pun menceritakan
seluruh kejadian yang dialaminya, dan mengucapkan maaf sebesar-besarnya kepada
penasehatnya karena telah menghukum serta menghiraukannya saat dicegah untuk
pergi. Sang penasehat pun berkata “ Ini yang terbaik “, “ Kenapa kau berkata
seperti itu ? “ Tanya sang raja. “Jika saya tidak di penjara, saya akan ikut
menemani tuan menuju hutan dan saya juga akan mejadi korban seperti para
pengawal “ jawab sang penasehat.
Dan pada akhirnya sang
raja membebaskan penasehatnya, sang raja tidak akan menghiraukan lagi setiap
nasehat yang diberikan penasehatnya.
Sekian kisah ini,
mudah – mudahan kita semua dapat mengambil hikmahnya …
Terima kasih untuk
para pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca