Kamis, 26 Mei 2016

Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Saya akan sedikit membahas tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), berikut adalah pengertian dari HKI:
Kekayaan Intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Milik Intelektual adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR) atau Geistiges Eigentum, dalam bahasa Jermannya. Istilah atau terminologi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1790. Adalah Fichte yang pada tahun 1793 mengatakan tentang hak milik dari si pencipta ada pada bukunya. Yang dimaksud dengan hak milik disini bukan buku sebagai benda, tetapi buku dalam pengertian isinya. Istilah HKI terdiri dari tiga kata kunci, yaitu Hak, Kekayaan, dan Intelektual. Kekayaan merupakan abstraksi yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual. Selengkapnya  disini
Secara garis besar HKI dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.     Hak Cipta (Copyrights)
2.     Hak Kekayaan Industri (Industrial Property Rights)

Jadi, Hak Kekayaan Intelektual merupakan suatu hak yang dapat dimiliki oleh setiap orang yang ingin melindungi/mematenkan ide atau pemikiran yang dia miliki agar tidak diakui oleh orang lain.



Selasa, 10 Mei 2016

Raja dan Penasehat part 2

Kali saya akan post  lanjutan kisah “ Raja dan Penasehat “
Sedikit review,  saat ini sang raja sedang tersesat di hutan dan melihat cahaya dan segera menghampiri cahaya tersebut
Sesampainya di tempat cayaha tersebut, sang raja pun merasa kaget setelah melihat apa yang ada dihadapannya. Sang raja memutuskan untuk kabur, kemudian ada seorang pengawal bertanya “ Ada apa tuan ?! ” dengan nada panik. “ Mereka adalah suku yang suka memakan manusia !!” jawab sang raja, “ ayo cepat lari !! ”. menyadari adnya keributan suku tersebut langsung menghampiri sumber suara tersebut, dan setelah melihat ada sekumpulan orang, mereka langsung mengejar dan menangkap para pengawal beserta sang raja.
Setelah beberapa saat, satu – persatu dari mereka dibawa menuju tempat ritual suku tersebut. Sang raja mendapat giliran pertama, dengan gemetar sang raja berjalan menuju tempat eksekusi. Sesaat sang raja ingin di penggal, sang algojo suku tersebut melihat ibu jari tangan sang raja yang sudah tidak ada. Sang algojo tersebut berkata kepada kepala suku, sang raja yang sudah putus asa pun merasa lega sesaat. Kemudian kepala suku melihat kondisi ibu jari tangan sang raja dan menyatakan bahwa eksekusi tersebut dibatalkan dan melepaskan sang raja. Sang raja pun merasa lega dan bersyukur bahwa dirinya tidak jadi di eksekusi. Kemudian  seorang pengawal digiring menuju tempat ritual, setelah di periksa kondisinya pengawal tersebut langsung di eksekusi dan langsung dibagikan pada beberapa orang di suku tersebut. Melihat hal tersebut sang raja memilih untuk kabur, dia lari tanpa melihat kebelakang.
Pagi pun tiba, sang raja tanpa sadar sudah berada di sebuah desa dan langsung meminta tolong. Seseorang datang menghampiri dan langsung membawa sang raja kerumahnya, setelah diberi makan dan minum sang raja menceritakan kejadian yang dialaminya. Orang tersebut berkata  bahwa itu adalah suku yang memakan manusia untuk dijadikan tumbal dalam ritualnya, mereka hanya memakan manusia yang bertubuh normal tanpa cacat sedikit pun. Sang raja pun merasa kaget sekaligus bersyukur karena ibu jarinya sudah tidak ada, dan teringat perkataan penasehatnya yang berkata “ Ini yang terbaik “. Kemudian sang raja meminta untuk diantarkan pulang ke istananya.
Sesampainya di istana sang raja langsung menuju penasehatnya ditahanan, dan langsung dibebaskannya sang penasehat tersebut. Sang penasehat merasa bingung dan bertanya “ apa saya akan di eksekusi sekarang tuan ? ”. sang raja berkata “ maafkan saya, sekarang kamu saya bebaskan “. Sang pengawal pun tambah bingung dan bertanya “ Sebenarnya ada apa ini tuan ? “. Sang raja pun menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya, dan mengucapkan maaf sebesar-besarnya kepada penasehatnya karena telah menghukum serta menghiraukannya saat dicegah untuk pergi. Sang penasehat pun berkata “ Ini yang terbaik “, “ Kenapa kau berkata seperti itu ? “ Tanya sang raja. “Jika saya tidak di penjara, saya akan ikut menemani tuan menuju hutan dan saya juga akan mejadi korban seperti para pengawal “ jawab sang penasehat.
Dan pada akhirnya sang raja membebaskan penasehatnya, sang raja tidak akan menghiraukan lagi setiap nasehat yang diberikan penasehatnya.
Sekian kisah ini, mudah – mudahan kita semua dapat mengambil hikmahnya …

Terima kasih untuk para pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca 

Senin, 09 Mei 2016

Raja dan Penasehat

Kali ini saya akan sedikit bercerita yang mudah – mudahan dapat diambil hikmahnya untuk saya pribadi maupun untuk para pembaca.

Kisah ini berlatar belakang di sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja. Sang raja tersebut memiliki seorang penasehat yang selalu menemaninya, dan penasehat  tersebut selalu berkata “ ini yang terbaik ” meskipun sedang mendapat musibah. kembali ke sang raja, sang raja tidak pernah mau menerima sedit pun kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya. Setiap ada yang melakukan kesalahan sang raja langsung menghukum orang tersebut dengan memasukannya ke dalam penjara bawah tanah yang nantinya akan di eksekusi jika kesalahan tersebut terlalu berat.

Pada suatu hari sang raja sedang  menuju sebuah desa dengan melintasi sebuah hutan, dengan di temani penasehat dan pengawalnya. Di tengah perjalanan, sang raja yang sedang beristirahat dikagetkan oleh seekor binatang buas yang langsung menyerangnya. Para pengawal pun bergegas menolongnya, akan tetapi para pengawal tersebut sedikit terlambat ketika mereka berhasil mengusir binatang buas tersebut sang raja sudah kehilangan ibu jari tangannya dan segera mendapat perawatan.

Setelah sang raja diobati, sang raja meminta untuk membatalkan perjalan menuju desa dan kembali ke istana. Sesampainya di istana, sang penasehat menghampiri sang raja dan berkata “ Ini yang terbaik ”. Sang raja merasa bingung dan dengan nada membentak dia bertanya “ Apanya yang terbaik ?!”. penasehat tersebut menjawab “  Menurut saya ini yang terbaik, karena kondisi tuan masih sehat meskipun tuan kehilangan salah satu ibu jari ”. sang raja pun marah dan menghukum penasehat tersebut dengan memasukannya ke dalam penjara dan tidak memberinya makan sampai tiba hari eksekusinya. Sang penasehat pun berkata “ Ini yang terbaik “, sang raja pun merasa bingung “ apanya yang terbaik ? dipenjara kok baik? “ pikirnya.

Satu bulan berlalu,  dan sang raja memutuskan untuk refresing  dengan berburu rusa di hutan dengan ditemani pengawalnya. Sebelum berangkat sang raja bertemu penasehatnya di penjara dan menyatakan bahwa besok akan melakukan eksekusi terhadap penasehatnya. Sang penasehat pun mencoba menegah sang raja untuk pergi, akan tetapi sang raja menghiraukannya. Perjalan pun dimulai, sang raja memasuki hutan dengan semangat. Setelah beberapa jam memasuki hutan, sang raja merasa putus asa karena tidak dapat menemukan satu ekor pun rusa. sampai akhirnya salah satu pengawal berkata “ disana! Ada rusa disana!”. Sang raja merasa bersemangat kembali, dan bergegas mengejar rusa tersebut. Setelah susah payah mengejar rusa tersebut akhirnya satu buah anak panah mengenai rusa tersebut, sang raja merasa senang sekali sampai-sampai tidak sadar bahwa dia sudah memasuki hutan terlalu dalam.

Sang raja berkata kepada pengawalnya “ Dimana kita sekarang ? ”, sang pengawal menjawab “ Saya mohon maaf tuan saya juga tidak tahu, saya rasa kita tersesat di hutan ini tuan ”. sang raja pun bingung, dan memilih untuk melanjutkan perjalanan, “ Mungkin jika lurus terus bisa sampai di suatu desa dan dapat bertanya pada orang disana “ pikir sang raja.  Hari sudah semakin gelap, dan sang raja belum melihat tanda adanya desa. Setelah malam tiba, sang raja melihat ada cahaya yang berada tak jauh darinya. Sang raja pun bergegas menuju cahaya tersebut.

Untuk kelanjutan ceritanya ada di part 2 …