Selasa, 10 Mei 2016

Raja dan Penasehat part 2

Kali saya akan post  lanjutan kisah “ Raja dan Penasehat “
Sedikit review,  saat ini sang raja sedang tersesat di hutan dan melihat cahaya dan segera menghampiri cahaya tersebut
Sesampainya di tempat cayaha tersebut, sang raja pun merasa kaget setelah melihat apa yang ada dihadapannya. Sang raja memutuskan untuk kabur, kemudian ada seorang pengawal bertanya “ Ada apa tuan ?! ” dengan nada panik. “ Mereka adalah suku yang suka memakan manusia !!” jawab sang raja, “ ayo cepat lari !! ”. menyadari adnya keributan suku tersebut langsung menghampiri sumber suara tersebut, dan setelah melihat ada sekumpulan orang, mereka langsung mengejar dan menangkap para pengawal beserta sang raja.
Setelah beberapa saat, satu – persatu dari mereka dibawa menuju tempat ritual suku tersebut. Sang raja mendapat giliran pertama, dengan gemetar sang raja berjalan menuju tempat eksekusi. Sesaat sang raja ingin di penggal, sang algojo suku tersebut melihat ibu jari tangan sang raja yang sudah tidak ada. Sang algojo tersebut berkata kepada kepala suku, sang raja yang sudah putus asa pun merasa lega sesaat. Kemudian kepala suku melihat kondisi ibu jari tangan sang raja dan menyatakan bahwa eksekusi tersebut dibatalkan dan melepaskan sang raja. Sang raja pun merasa lega dan bersyukur bahwa dirinya tidak jadi di eksekusi. Kemudian  seorang pengawal digiring menuju tempat ritual, setelah di periksa kondisinya pengawal tersebut langsung di eksekusi dan langsung dibagikan pada beberapa orang di suku tersebut. Melihat hal tersebut sang raja memilih untuk kabur, dia lari tanpa melihat kebelakang.
Pagi pun tiba, sang raja tanpa sadar sudah berada di sebuah desa dan langsung meminta tolong. Seseorang datang menghampiri dan langsung membawa sang raja kerumahnya, setelah diberi makan dan minum sang raja menceritakan kejadian yang dialaminya. Orang tersebut berkata  bahwa itu adalah suku yang memakan manusia untuk dijadikan tumbal dalam ritualnya, mereka hanya memakan manusia yang bertubuh normal tanpa cacat sedikit pun. Sang raja pun merasa kaget sekaligus bersyukur karena ibu jarinya sudah tidak ada, dan teringat perkataan penasehatnya yang berkata “ Ini yang terbaik “. Kemudian sang raja meminta untuk diantarkan pulang ke istananya.
Sesampainya di istana sang raja langsung menuju penasehatnya ditahanan, dan langsung dibebaskannya sang penasehat tersebut. Sang penasehat merasa bingung dan bertanya “ apa saya akan di eksekusi sekarang tuan ? ”. sang raja berkata “ maafkan saya, sekarang kamu saya bebaskan “. Sang pengawal pun tambah bingung dan bertanya “ Sebenarnya ada apa ini tuan ? “. Sang raja pun menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya, dan mengucapkan maaf sebesar-besarnya kepada penasehatnya karena telah menghukum serta menghiraukannya saat dicegah untuk pergi. Sang penasehat pun berkata “ Ini yang terbaik “, “ Kenapa kau berkata seperti itu ? “ Tanya sang raja. “Jika saya tidak di penjara, saya akan ikut menemani tuan menuju hutan dan saya juga akan mejadi korban seperti para pengawal “ jawab sang penasehat.
Dan pada akhirnya sang raja membebaskan penasehatnya, sang raja tidak akan menghiraukan lagi setiap nasehat yang diberikan penasehatnya.
Sekian kisah ini, mudah – mudahan kita semua dapat mengambil hikmahnya …

Terima kasih untuk para pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar