Kali ini saya akan
sedikit bercerita yang mudah – mudahan dapat diambil hikmahnya untuk saya
pribadi maupun untuk para pembaca.
Kisah
ini berlatar belakang di sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja. Sang raja
tersebut memiliki seorang penasehat yang selalu menemaninya, dan penasehat tersebut selalu berkata “ ini yang terbaik ” meskipun
sedang mendapat musibah. kembali ke sang raja, sang raja tidak pernah mau menerima
sedit pun kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya. Setiap ada
yang melakukan kesalahan sang raja langsung menghukum orang tersebut dengan
memasukannya ke dalam penjara bawah tanah yang nantinya akan di eksekusi jika
kesalahan tersebut terlalu berat.
Pada
suatu hari sang raja sedang menuju
sebuah desa dengan melintasi sebuah hutan, dengan di temani penasehat dan
pengawalnya. Di tengah perjalanan, sang raja yang sedang beristirahat
dikagetkan oleh seekor binatang buas yang langsung menyerangnya. Para pengawal
pun bergegas menolongnya, akan tetapi para pengawal tersebut sedikit terlambat
ketika mereka berhasil mengusir binatang buas tersebut sang raja sudah
kehilangan ibu jari tangannya dan segera mendapat perawatan.
Setelah
sang raja diobati, sang raja meminta untuk membatalkan perjalan menuju desa dan
kembali ke istana. Sesampainya di istana, sang penasehat menghampiri sang raja
dan berkata “ Ini yang terbaik ”. Sang raja merasa bingung dan dengan nada
membentak dia bertanya “ Apanya yang terbaik ?!”. penasehat tersebut menjawab “
Menurut saya ini yang terbaik, karena kondisi
tuan masih sehat meskipun tuan kehilangan salah satu ibu jari ”. sang raja pun
marah dan menghukum penasehat tersebut dengan memasukannya ke dalam penjara dan
tidak memberinya makan sampai tiba hari eksekusinya. Sang penasehat pun berkata
“ Ini yang terbaik “, sang raja pun merasa bingung “ apanya yang terbaik ?
dipenjara kok baik? “ pikirnya.
Satu
bulan berlalu, dan sang raja memutuskan
untuk refresing dengan berburu rusa di
hutan dengan ditemani pengawalnya. Sebelum berangkat sang raja bertemu
penasehatnya di penjara dan menyatakan bahwa besok akan melakukan eksekusi
terhadap penasehatnya. Sang penasehat pun mencoba menegah sang raja untuk
pergi, akan tetapi sang raja menghiraukannya. Perjalan pun dimulai, sang raja
memasuki hutan dengan semangat. Setelah beberapa jam memasuki hutan, sang raja
merasa putus asa karena tidak dapat menemukan satu ekor pun rusa. sampai
akhirnya salah satu pengawal berkata “ disana! Ada rusa disana!”. Sang raja
merasa bersemangat kembali, dan bergegas mengejar rusa tersebut. Setelah susah
payah mengejar rusa tersebut akhirnya satu buah anak panah mengenai rusa
tersebut, sang raja merasa senang sekali sampai-sampai tidak sadar bahwa dia
sudah memasuki hutan terlalu dalam.
Sang
raja berkata kepada pengawalnya “ Dimana kita sekarang ? ”, sang pengawal
menjawab “ Saya mohon maaf tuan saya juga tidak tahu, saya rasa kita tersesat
di hutan ini tuan ”. sang raja pun bingung, dan memilih untuk melanjutkan
perjalanan, “ Mungkin jika lurus terus bisa sampai di suatu desa dan dapat
bertanya pada orang disana “ pikir sang raja. Hari sudah semakin gelap, dan sang raja belum
melihat tanda adanya desa. Setelah malam tiba, sang raja melihat ada cahaya
yang berada tak jauh darinya. Sang raja pun bergegas menuju cahaya tersebut.
Untuk kelanjutan
ceritanya ada di part 2 …
How to make money from betting on sports in Texas
BalasHapusThere are many forms of wagering in Texas. Some states prohibit online sports betting from allowing bettors หารายได้เสริม to place wagers for real money.